Foto, Pelapor, Tamrin dan Surat tanda terima pengaduan serta Nama-nama Pengurus Kelompok Tani Sama Ngawa Desa Desa Soritatanga Kecematan Pekat Kabupaten Dompu
Dompu, Chanelntb – Salah seorang oknum Polisi yang bertugas di Polres Dompu resmi dilaporkan ke Polres Dompu berinial KD atas dugaan tindak pidana menguasai lahan milik kelompok tani Sama Ngawa di wilayah So Pintu 8 Kawasan UTL Desa Soritatanga Kecematan Pekat Kabupaten Dompu.
Kasus tersebut terungkap. Setelah ketua Kelompok tani “Sama Ngawa” yang diketahui bernama Tamrin (46) warga Dusun Calabai Desa Calabai. Kecamatan Pekat. bersama ke 5 anggotanya, melaporkan kejadian tersebut di SPKT Polres Dompu. Pada senin siang. 5 October 2026. Sekira pukul 14 : 40. Wita.
Dibuktikan dengan surat tanda terima pengaduan, Nomor : STTP/1322/X/2026/SPKT/Res Dompu/Polda NTB, tertanggal 05 Oktober 2026, yang ditandatangani oleh KA SPKT Pamapta I, Bambang Supriadi, S.Sos.
“Saya bersama 5 anggota kelompok tani. Datang melaporkan seorang pria berinisial KD. Karena telah menguasai atau melakukan penyerobotan Atas lahan yang bukan menjadi miliknya” ungkapnya.
Menurut Tamrin, Kepenguasaan lahan seluas 40 hektar Oleh KD yang diketahui berprofesi sebagai Anggota Polri Aktif tersebut.telah berlangsung selama 8 tahun. Terhitung sejak 2018 hingga tahun 2026.
“Sejak tahun 2018 lalu, Lahan kami telah di kuasai secara individu oleh yang bersangkutan. Hingga sekarang ia masih menggarap lahan twersebut” bebernya.
Lebih lanjut Tamrin mengatakan. Berbagai upaya yang telah di lakukannya bersama anggota kelompoknya untuk mengambil kembali lahan yang telah di kuasai oleh oknum polisi KD.
“Mulai membangun komunikasi yang baik dengan KD. hingga. Meminta bantuan pemerintah Desa soritatanga untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun upaya nya tetap tidak membuahkan hasil.’ katanya dengan nada dongkol.
Oleh karena itu, Lanjut Tamrin, Upaya yang dilakukan secara persuasif tersebut justru mendapat perlawanan dari KD. Dengan memanfatkan jabatannya sebagai seorang perwira Kepolisian. KD justru diduga melalukan Tindakan Represif dan intimidasi kepada dirinya dan anggota kelompok tani.
“Bahkan saya pernah di pukul sama KD. Dan kejadian itu Pada hari sabtu. 26/9/26. lalu, ketika saya mendatanginya di lahan berniat membangun komunikasi yang baik. Tapi sayang. bukannya di respon secara positif. Jutru kehadiran saya di lahan itu membuat ia terpancing emosi” tutup pelapor
Sementara sampai berita ini dipublish, oknum polisi inisial KD belum dapat dimintai keterangannya
Penulis : Syam/Eka


















