Gambar, Kabid Dikdas H. Nurdin, AP dan papan nama SDN 08 Hu’u
Dompu, NTB, Chanelntb – Terkait dugaan manipulasi Berita Acara Pembentukan P2SP SDN 08 Hu’u sebagai syarat kelengkapan administrasi usulan program revitalisasi, seperti pada pemberitaan sebelumnya melalui media Chanelnb, Senin, (28/09/26).
Hal tersebut, Ditanggapi serius oleh Kepala Dinas Dikpora Dompu melalui Kabid Dikdas H. Nurdin AP, bahwa Dinas akan segera memanggil Kepala Sekolah SDN 08 Hu’u untuk dimintai klarifikasi.
“Besok Kepala Sekolah SDN 08 Hu’u akan menghadap besok, karena beliau baru datang dari Surabaya,” tegas Kabid Dikdas, saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Selasa, 29/09/26.
Lanjut, dikatakan Kabid Dikdas, apabila persoalan tersebut benar-benar tidak sesuai juknis, Maka tidak boleh dibatalkan atau dialihkan, tetapi akan dilakukan andendum,
Karena sekolah ini sudah menandatangani Perjanjian Kerjasama langsung dengan kementerian.
“Kemarin mereka ke Surabaya untuk bimtek dan tantangan PKS,” jelas H. Nurdin.
H. Nurdin menegaskan bahwa dokumen usulan program revitalisasi itu tidak melalui Dinas Dikpora Dompu, tetepi langsung sekolah dengan kementerian.
“Mereka apload di aplikasi, jadi untuk evaluasi dokumen usulan itu langsung dengan pusat,” jelasnya.
Kabid Dikdas juga menjelaskan bahwa pembentukan P2SP ini dilakukan oleh pihak sekolah dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan perwakilan Pemdes
“Tidak spesifik lah komite sekolah, yang jelas mereka undang tokoh-tokoh masyarakat, ada perwakilan dari masyarakat,” terang H. Nurdin sesuai petunjuk teknis
Baru bisa di simpulkan persoalan ini, Kabid Dikdas menekankan bahwa besok kami akan meminta kejelasan langsung dari kepala sekolah SDN 08 Hu’u. “Benar atau tidaknya persoalan ini, kita minta penjelasannya besok, baru bisa di ambil tindakan,” pungkasnya.
Oleh karena itu, Kabid, berharap kedepannya semua yang berkaitan dengan hal ini, harus dilakukan berdasarkan petunjuk teknis dan pelaksanaannya harus transparan, akuntabel dan gotong royong sesuai prinsip program revitalisasi.
“Gotong royong inilah yang melibatkan masyarakat itu, sehingga orang bisa melihat, mengawasi dan ketika prinsip revitalisasi dilaksanakan oleh sekolah saya rasa tidak akan ada masalah,” ujanya.
Penulis IW


















