Dompu, ChanelNtb.com – Sejumlah Kontaktor Kabupaten Dompu merasa keberatan dengan adanya persyaratan tender alat Redimiks pada beberapa proses lelang tender proyek di Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPJB) Kabupaten Dompu tahun 2026.
Salah satunya pada tender proyek pembangunan gedung pertokoan /koperasi/pasar (Pembangunan Food Court/Pujasera), yang diduga kuat sengaja dimunculkan agar bisa membatasi peserta tender untuk memenangkan kontraktor yang menjadi pilihan.
Kepada media, Kontraktor pelaksana sekaligus Ketua Gapensi Dompu, Muhammad Khaidir, menyebutkan bahwa persyaratan tender proyek alat Redimiks itu terkesan di paksakan.
Karena persyaratan tersebut diduga kuat sengaja di buat atau direncanakan, (By Design) oleh panitia tender proyek UKPJB Dompu, agar dapat meminilisir peserta tender, sehingga mempermudah untuk menenangkan salah satu kontraktor yang menjadi atensi pengambil kebijakan.
Sebab, penggunaan beton pada proyek pembangunan tersebut minim dan cukup menggunakan alat conreat mixer (molen).
“Maka, patut diduga bahwa proses tender ini sengaja diatur oleh panitia tender untuk memenangkan salah satu kontraktor,” ungkap Ketua Gapensi Dompu, Khaidir pada awak media, di kelurahan bali satu, Senin, (24/08/26). Kemarin
Oleh karena itu, Ketua Gapensi Dompu mendesak pihak Panitia tender UKPJB Dompu untuk segera mengevaluasi persyaratan tender alat Redimiks.” Percuma dimasukin syarat itu, namun pada pelaksanaannya alat itu tidak digunakan, apalagi itu bukan bangunan bertingkat,” bebernya penuh keyakinan.
“Jadi Proses tender itu segera dibatalkan, bila perlu di tender ulang, kalaupun tidak diindahkan, terpaksa kami boikot UKPJB,” tegas Kontraktor Senior ini dengan nada mengancam.
Senada juga dengan kontraktor lainya, meminta panitia tender proyek UKPJB Dompu untuk segera mengevaluasi persyaratan tender alat Redimiks tersebut,
“Panitia wajib tender ulang, jangan sampai menimbulkan persoalan dikemudian hari, ” tegasnya singkat.
Sementara sampai berita ditayangkan, pihak UKPJB Dompu, belum dapat dimintai keterangannya.
Penulis IW






