Gambar, PMI Muliati saat mendapatkan perawatan di Syeikh Khalifa Medical City Negara Dubai
Dompu, NTB, Chanelntb – Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri mereka kerap dijuluki “pahlawan devisa” dan mereka penyumbang devisa besar bagi negara. Namun, julukan ini sering kali menyimpan sisi kelam dan ironi yang tragis ketika mereka menjadi korban sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Banyak pekerja migran perempuan yang berangkat dengan niat mulia untuk menghidupi keluarga, justru dijebak, disekap, dan dipaksa menjadi wanita penghibur atau Pekerja Seks Komersial (PSK) di negara penempatan.
Seperti halnya yang menimpa pekerja migran Indonesia yang bernama Muliati alias Uly asli suku Sasak yang menetap di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB, yang tragis mengalami kecelakaan jatuh di lantai 3 apartemen, karena berusaha kabur dari sejumlah pria hidung belang di negara yang terkenal kaya akan minyaknya
Korban Maryati dijebak oleh seorang wanita asal Sunda Propinsi Jawa Barat yang biasa disapa Teteh dengan modus menawarkan pekerjaan, namun mirisnya, bukan mendapatkan pekerjaan, malah dijadikan pemuas nafsu para hidung belang.
Beruntung Mulyati masih selamat kemudian langsung dilarikan di Hospital Syeikh Khalifa Medical City Negara Dubai, karena mengalami cedera berat, terpaksa harus menjalani perawatan secara insentif.
Kasus yang menimpa Maryati, Viral dimedia sosial yang di unggah oleh salah seorang pemilik akun Facebook bernama Lilis Suryani, sekitar 17 jam yang lalu.
Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Latonda 1 Timur Kecamatan Pekat yang lahir pada tanggal 21 Februari 2000 ini di berangkatkan dari kediamannya menuju Negara Dubai pada tanggal 27 Juni 2026 kemarin oleh pihak sponsor untuk menjadi seorang pekerja guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Namun nasib naas yang menimpa salah seorang pemasok pendapatan negara ini, baru sekitar 3 bulan bekerja justeru ia mendapat kan perlakuan yang sangat tidak manusiawi.
Berdasarkan pengakuan Muliati dalam vidio nya, bencana yang menimpanya berawal saat ia dikirim oleh pihak Kantor Agency nya di Negara Dubai untuk bekerja dirumah seorang madam atau sang majikan yang belum diketahui identitasnya.
Baru seminggu bekerja, ia dikembalikan lagi ke kantor agency dengan upah yang ia dapatkan hanya sekitar ratusan Dirham saja. Namun pihak agency justeru kembali mengirimnya lagi ke madam kedua yang berada pada sebuah daerah bernama Sarjan untuk bekerja dengan maksud agar mendapatkan upah lagi.
Setelah berada di majikan kedua, ia meminta kepada pihak agency untuk dikirimi uang belanjanya guna membeli seluruh kebutuhan pribadinya, tapi sayangnya permintaannya justeru tidak di indahkan atau ditolak oleh pihak Kantor Agency.
Karena merasa kesal dan kecewa lantaran uang gajinya tidak diberikan pihak agency, ia kemudian keluar dari rumah majikan di Sarjan dan secara kebetulan pula saat itu dirinya juga mendapat tawaran kerja dari seorang wanita asal Sunda Propinsi Jawa Barat yang biasa di sapa teteh, untuk bisa keluar dari rumah madam di Sarjan dan bekerja secara partai dengan teteh.
Berharap gaji besar, ia pun menerima tawaran sang teteh sunda, sehingga dirinya langsung dijemput oleh kekasih sang teteh Sunda itu dengan taksi dan pria tersebut merupakan orang Manggali kemudian membawa nya ke sebuah apartemen lantai tiga.
Sesampainya, ia disuruh tiduran dulu sembari menunggu kehadiran teteh Sunda tersebut. Tapi ironisnya, bukan sang teteh Sunda yang hadir melainkan sejumlah pria hidung belang. Merasa dirinya dijebak dan hendak dijual ke sejumlah pria, ia pun berusaha tetap santai dan berwajah kalem guna menghindari kecurigaan pria Manggali itu.
Merasa mendapat kesempatan, ia kemudian berusaha kabur dari apartemen dengan cara mengikat sejumlah seprei menjadi tali untuk turun dari lantai tiga menuju lantai satu apartemen.
Tapi baru turun diantara pertengahan lantai dua dan lantai tiga, tiba-tiba kepalanya merasa pusing dengan kondisi tubuh lemas sehingga ia jatuh pingsan.
Akibatnya, ia mengalami cidera berat pada bagian bawah perut mendapat 3 kali operasi, patah pada tangan sebelah kiri, kaki lemas, dan sakit pada bagian pinggang sehingga belum bisa bangun dari tempat tidurnya.
“Saya baru sadar setelah berada di Hospital City tapi saya tetap berusaha tegar dalam menghadapi musibah ini,”aku Muliati dengan nada lemas.
Oleh karena itu, Muliati berharap dan meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Gubernur NTB hingga Pemerintah Kabupaten Dompu serta Disnakertrans Kabupaten Dompu untuk bisa mengeluarkannya dari Negara Dubai dan memulangkannya ke tanah kelahirannya di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.
“Saya mohon bantuan dari Pemerintah Republik Indonesia, Kementerian Perlindungan PMI, Gubernur NTB, Bupati Dompu serta Disnakertrans Kabupaten Dompu agar bisa mengeluarkan saya dan memulangkan ke tanah air,”pinta Muliati berharap.
Hingga berita ini diturunkan, media ini masih melacak nama kedua majikannya serta nama sponsor selaku penyalur Muliati ke Negara Dubai untuk di lakukan konfirmasi.
Penulis IW


















