Foto, Kabid Dikdas Dikpora Dompu, H Nurdin, AP, Saat kegiatan Evaluasi dan Pembinaan Program Revitalisasi
Dompu, NTB, Chanelntb – Dinas Dikpora Dompu melalui Bidang Dikdas menggelar kegiatan Evaluasi dan pembinaan terhadap sekolah penerima program revitalisasi tahun 2026.
Kegiatan ini merupakan langkah krusial untuk memastikan program revitalisasi berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut diikuti oleh para Kepala Sekolah Penerima Program Revitalisasi Sarpras jenjang SD/SMP di kabupaten Dompu, yang berlangsung di aula pertemuan Dinas Dikpora Dompu, Kamis, 01/10/26.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Dikpora Dompu H. Rifaid, MPd, melalui Kabid Dikdas, H. Nurdin, AP, mengatakan bahwa akhir2 ini mata atau pandangan orang sangat terfokus pada program revitalisasi.
“Jadi yang paling banyak muncul ini adalah proyek revitalisasi, sehingga berbagai mata tertuju pada pelaku penyelenggara program ini, jelas Kabid Dikdas mengawali pertemuan.
Lanjut, Kabid menjelaskan bahwa Revitalisasi adalah program Swakelola yang dilaksanakan secara mandiri oleh kepala Sekolah dan Tim P2SP, maka bapak/ibu kepsek sebagai pelaksana kegiatan harus memegang prinsip2, sebagai berikut :
1. Mandiri, bantuan pemerintah disalurkan langsung ke sekolah dan di kelola oleh sekolah dengan membentuk panitia pelaksana satuan pendidikan sampai dengan melaksanakan pelaporan dan pertanggungjawaban oleh sekolah
2. Syarat, membuat papan proyek, bahkan pembelian bahan2 harus dilaksanakan di toko-toko yang terdekat dapat diketahui secara umum oleh publik dan dapat dipantau oleh publik
3. Prinsip Akuntanbel, mempertanggung jawabkan secara administrasi, keuangan maupun fisik sesuai dengan juknis
4. Partisipatif atau Gotong royong, melibatkan masyarakat sekitar dalam proses perencanaan pengerjaan
5. Berkelanjutan, proses pemeliharaan, pengawasan, dan pemanfaatan hasil transformasi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.
Kabid Dikdas berharap agar betul-betul melaksanakan program ini dengan ikhlas, legowo dan sesuai petunjuk teknis
“Ikuti petunjuk yang ada dan dapat dipertanggungjawabkan semuanya, jangan ada yang ditutup-tutupi, karena itu bagian dari keterbukaan informasi publik,” harap Kabid.
Berdasarkan hasil laporan para kepala sekolah SD/SMP, Terdapat 6 SMP progresnya sudah mencapai 100%, salah satunya SMP IT Sakinah Wawonduru yang diketegorikan tercepat se-Indonesia. Kemudian 12 SD progres mencapai 30-50% Sementara untuk 17 sekolah sisanya masih 0%.
Penulis IW


















